Langsung ke konten utama

Terlalu Banyak Duduk? Awas Sitting Disease!

Kemungkinan terbesar, saat membaca tulisan ini, Anda sedang duduk. Jika Anda seperti kebanyakan pengguna komputer, Anda sudah berada di tempat duduk tersebut dalam waktu cukup lama. Jika memerhatikan dan menghitung aktivitas Anda belakangan ini, apakah tubuh Anda benar-benar "aktif"? Jika jawabannya "tidak", maka sudah saatnya Anda mengetahui bahwa duduk terlalu lama akan menimbulkan masalah kesehatan tersendiri bagi Anda di masa mendatang.
http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/25/1301561p.jpg
Meski Anda berpikir bahwa kegiatan Anda segudang, tapi perhatikanlah kembali aktivitas dan gerak tubuh Anda. Apakah selama perjalanan dari rumah ke kantor, Anda hanya duduk di mobil, duduk di balik meja selama 8 jam, lalu sisa hari dihabiskan di depan televisi selama berjam-jam? Apakah Anda mengandalkan surat elektronik untuk berkorespondensi, berbelanja lewat internet, dan mengandalkan fasilitas yang membuat Anda tak harus beranjak dari tempat duduk? Jika ya, maka Anda sudah terkena "penyakit terlalu banyak duduk".

Penyakit terlalu banyak duduk (sitting disease) ini merupakan satu jenis "tren" baru bagi mereka yang memiliki gaya hidup minim aktivitas atau olahraga. Meski rasanya tak ada yang salah dalam menjalankan kebiasaan ini, namun sebuah riset terbaru mengatakan bahwa ketika tubuh jarang bergerak bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker, dan obesitas. Di bulan Januari tahun ini, para ahli dari Inggris menemukan adanya hubungan antara terlalu lama duduk dengan peningkatan risiko terkena penyakit. Di saat yang berdekatan pula, para peneliti dari Australia mengatakan, bahwa setiap satu jam kita duduk di depan televisi, bisa meningkatkan 18 persen kemungkinan terkena penyakit kardiovaskuler.

James Levine, MD, PhD, profesor obat-obatan dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, dan penulis Move aLittle, Lose a Lot mengatakan, "Manusia berevolusi sebagai entitas yang berjalan, mengeksplor dunia menggunakan kakinya." Namun, anehnya, menurut Levine, bahwa di dunia yang sekarang, manusia menghabiskan sebagian waktunya dalam sehari dengan duduk. Menurutnya, hal ini merupakan sebuah kungkungan fisik seseorang. Saran dari Levine, lawan penyakit terlalu banyak duduk dengan mengambil langkah untuk mulai aktif secara fisik. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah susunan jadwal harian Anda secara drastis. Misal, dengan mengikuti kelas-kelas di gym, berangkat ke kantor naik sepeda, menaruh sepeda statis atau treadmill di depan televisi, atau menyewa seorang pelatih kebugaran pribadi. Jika terlalu mahal, Anda bisa menciptakan kegiatan-kegiatan kecil untuk mulai bergerak di sela-sela hari Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Mainan Baling-Baling/ Kitiran Lebah Dari Bambu

Bahan-bahan untuk membuat kincir lebah adalah sebagai berikut :

a. bambu diserut dengan lebar kira-kira 1 cm
b. bambu diserut hingga lentur (seperti rangka layang-layang)
c. bambu diserut bulat (diameter sedotan) dengan panjang kira-kira 15 cm
d. bambu diserut bulat pendek seperti batang korek api
e. karton penyangga bagian dalam bungkus rokok
f. benang
g. karet gelang
h. 2 potongan kaleng yang dibengkokkan
i. potongan sedotan secukupnya
selain bahan di atas siapkan pula peralatan seperti gunting, cutter, lem kertas, lem kayu, serta spidol.
sebelum membuatnya, kita harus mempersiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, sebagai berikut :
A. Ambil bambu serut yang besar (bambu a)kemudian patahkan (tidak putus) seperti gambar di bawah ini

setelah dibengkokkan, maka dibuat lubang yang berhadapan seperti dalam gambar di atas.
B. bambu c di belah penampangnya. Ujung yang satu dibelah dua sampai dua per tiga bagian bambu, dan ujung lainnya dibelah empat.

masukkan potongan kaleng be…

Cara Membuat Mainan Mobil Etek-Etek Dari Bambu

Bahan-Bahannya :
Bambu belahsandal bekas, dibuat menjadi 4 buah roda2 unit bambu bulat (diameter 1 cm; panjang 2 cm), bisa pula menggunakan bekas spidol gambarkayu/banbu  panjang (kira-kira 1 meter)1 kaleng bekas susu utuh (kaleng besar : susu kental manis)1/4 bagian kaleng susu kecil merk Bearbrand2 lembaran kaleng tebal (bisa dari kaleng susu kental manis) berukuran 1 cm x 2 cm, dan dibengkokkan/ditekuk 90 derajat. karet gelang secukupnyaCara Membuat :
Bambu belah di potong-potong menjadi gambar berikut

potongan bambu belah sedangkan bahan yang disiapkan menjadi seperti ini

bahan lain yang disiapkan rangkai semua bahan sebagai berikut :
a.  ambil 2 potong bambu no. 1, dan 1 potong bambu no. 2, rangkai seperti gambar, dan diikat dengan karet.

bambu no. 1 & 2 b.  tambahkan bambu no. 3 pada sisi rangkaian di atas

tambah bambu no.3 c.  ikat bambu no.4 pada kira-kira sepertiga bagian paling atas rangkaian.  dan ikatkan dua bambu bulat seperti pada gambar di bawah ini

tambah bambu no. 4 dan b…

Bocah-Bocah Yang Mendadak Terkenal di TV Karena Jago IT Ternyata "Berbohong"?

1. Pembuat salingsapa.com (Muhammad Yahya Harlan)

Source Salingsapa.com Ralat karena pernyataan Yan Harlan (ayah Muhammad Yahya Harlan)
“Memang itu dari CMS tertentu, tapi kita beli lisensinya. Dan dalam aturannya, kalau kita beli lisensinya kita diberi kebebasan untuk mencantumkan atau tidak,” pada Minggu malam 13 Februari 2011
Dalam aturan lisensi di JCow, saat ditelusuri detikINET, memang disebutkan bahwa kata-kata ‘powered by JCow‘ boleh dihilangkan bagi mereka yang membeli lisensi piranti lunak ini.
Yan juga menambahkan, dengan dibelinya lisensi tersebut maka pembeli bebas mengkreasikan source tersebut.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/02/14/114531/1570726/398/hak-cipta-salingsapa-jadi-bahan-kontroversi/?i991102105
Maka tulisan saya di bawah ini jgn digubris, terimakasih
Pertama saya salut dengan bocah ini, namun setelah saya lakukan view source terhadap web jejaring social miliknya itu, ternyata menggunakan engine jcow.net
Pantas terasa aneh,  seorang bocah ingusan…